Bravo, Siswi SMA Al Uswah Ikuti Jambore Pelajar Nasional

PORTALJATIM.ID, SURABAYA – Najma Mei Mumtaz Nashirah namanya. Pelajar berjilbab ini adalah perwakilan Provinsi Jatim dalam mengikuti acara Jambore Pelajar Teladan Bangsa IX 2022. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, pada 27 – 30 Desember 2022, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.

 

Terpilih dari ribuan pelajar yang mengikuti seleksi hingga menjadi perwakilan Provinsi Jatim tentu sesuatu hal yang membanggakan. Bagaimana kisah putri pasangan pengusaha dan pustawakawati Unair ini. Berikut kisah Najma, panggilan akrabnya.

 

“Seleksi awal kami harus membuat esai bertema Pelajar dan Peran Aktif Pencegahan Kekerasan di Era Digital. Alhamdulillahi rabbil ‘alamin saya berhasil lolos menjadi delegasi Jatim bersama beberapa pelajar lain dari beberapa kota di Jatim,” papar siswi kelas 11 SMA Al Uswah ini. Selasa (3/1/2023).

 

Najma mengaku bersyukur bisa terpilih mengikuti jambore Nasional tersebut karena ada banyak pengalaman yang dia dapatkan. Seperti mendapat teman dari seluruh Indonesia, mendapat berbagai pelatihan capacity building, coaching dan sebagainya

Baca Juga :  Dampingi Menko Polhukam, Wabup Timbul Sholat Ied Di PP Nurul Jadid

 

” Salah satu yang berkesan adalah ketika saya mendengarkan kesaksian salah satu korban bom JW Mariot. Betapa disaat dia seolah2 berada di titik nadir karena cacat akibat bom tersebut, dia justru mendapatkan jodohnya, ” imbuh Najma.

 

Sementara itu, Direktur Eksekutif MAARIF Institute, Abd. Rohim Ghazali, mengatakan bahwa kegiatan jambore ini bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai toleransi, inklusivisme dan kebinekaan serta mengutamakan nilai-nilai kebangsaan yang moderat, toleran, dan inklusif di kalangan pelajar.

 

“Kegiatan ini memiliki sisi positif dalam membangun karakter pelajar. Tentu ini bukan hal yang mudah bagi peserta jambore untuk tinggal jauh dari orang tua karena mereka dituntut untuk mandiri dan mampu mengurus kebutuhannya sendiri, mempersiapkan diri untuk mengikuti kegiatan, dan menyelesaikan tugas-tugas selama kegiatan berlangsung,” kata Rohim saat pembukaan Jambore ini.

Baca Juga :  Tabligh Akbar Bersama Gus Iqdam, Polres Kediri Siagakan Ratusan Personil dan Tenaga Kesehatan

 

Untuk diketahui, bentuk kegiatan jambore ini menggunakan metode antara model pembelajaran dalam dan luar ruangan serta memadukan model kompilasi teori dan praktik di lapangan dengan harapan bisa memberikan konteks pada teks yang disajikan.

 

Kegiatan yang digelar sejak 2012 ini bertujuan untuk membangun ketahanan komunitas berbasis sekolah, utamanya para pelajar ini diikuti oleh oleh 100 peserta yang berasal 59 kota/kabupaten, dan 21 provinsi yang tersebar di seluruh Indonesia.

 

Mereka berasal dari Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Maluku. (Pandu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *