Buntut Kasus Pemerkosaan Kangean Di Hentikan, Masyarakat Kecam Polisi

PORTALJATIM.ID, SUMEMEP – Sekali lagi kinerja kepolisian sektor Kangean dalam penegakan hukum di Kepulauan Kangean di pertanyakan. Ini karena bebasnya 2 pelaku berniat terhadap anak di bawah umur. Senin (25/3/2024).

Dalam beberapa hari terakhir, masyarakat Kepulauan Kangean dihebohkan dengan peristiwa


yang terjadi di alami seorang gadis yang belum cukup umur asal Desa Kalisangka ( Bunga) nama samaran.

Gadis mungil ini telah di ruda paksa oleh dua temannya asal Desa Duko, Kecamatan Arjasa, Sumenep.

Kasus kejahatan seksual tersebut sebelumnya ditangani oleh tim penyidik ​​mapolsek Kangean. Dan pelaku kedua telah diamankan oleh pihak kepolisian.

Dari keterangan dua Kepala Desa yakni Kepala Desa Kalisangka dan Kepala Desa Duko menyelesaikannya sudah melakukan mediasi dan kasus kesepakatan tersebut sepakat untuk dilempar ke pihak Penyidik ​​Mapolsek Kangean.

Namun tanpa dugaan, tidak berapa lama kemudian, kedua pelaku dan sebagai tersangka telah dibebaskan dari kejahatan hukum.

Baca Juga :  Menyambut Bulan Ramadhan, Warga Sokobanah Adakan Pengajian

Beredar kabar angin, bahwa hal tersebut karena ada bisik bisik tetangga oleh oknum Kepala Desa dengan penyidikan dari mapolsek Kangean, sehingga kedua pelaku bisa menghirup udara segar dan terlepas dari jeratan hukum.

Atas temuan ini, kecaman di lontarkan publik ke Polsek Kangean, karena dengan mudah menghentikan penyidikan kasus tindak kriminal.

Salah satu tokoh masyarakat yang lantang mengecam penyidik ​​Polsek Kangean adalah ketua Komunitas Warga Kepulauan ( KWK) yaitu, H.Safiudin SH.MH.

Haji piu, (panggilan akrabnya) menyayangkan sikap para penyidik ​​kasus kejahatan asusila yang telah menimpa anak di bawah umur tersebut dihentikan.

Apa alasan mereka (polisi) tidak melanjutkan kasus perencanaan ini? Hanya dengan dalih korban dan pelaku sepakat secara damai. Sungguh hal ini sungguh-sungguh.” dengan nada kesal haji piu menyampaikan pada media ini. Senin,(25/3/2024).

Lagi pula kasus kekerasan seksual tidak bisa begitu saja dihentikan karena terdapat dua pelaku yang melakukan tindakan licik.

Baca Juga :  Kompak, Komunitas Rentenir Gelar Buka Puasa Bersama

” Kalau mereka menggunakan alasan pelaku di bawah umur pidananya tetap jalan dan sesuai peraturan undang-undang anak menghadap hukum (ABH).” jelasnya.

Satu hal yang di bimbangi haji Piu atas peristiwa ini adalah maraknya kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur di Kepulauan Kangean akan semakin merajalela.

Menurut Haji Piu lagi, Para pelaku tidak akan gentar lagi melakukan perbuatan serupa di kemudian hari. Karena pihak kepolisian dengan mudah di ajak damai.

Maka jika demikian, dapat dikhawatirkan jika penyelesaian kasus tersebut tanpa adanya proses hukum akan terus berulang dan bisa membuat referensi negara dalam memberikan perlindungan terhadap korban, ungkap haji Piu.

Sementara media mencoba menghubungi Kapolsek Kangean belum berhasil hingga berita ini di tayangkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *