Diskan dan TP PKK Berikan Pelatihan Pengolahan Produk Perikanan Segar Sebagai MPASI

PORTALJATIM.ID, PROBOLINGGO – Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo memberikan pelatihan pengolahan produk perikanan segar sebagai Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) di Kantor Kecamatan Sumberasih, Kamis (16/3/2023).

Kegiatan yang dibuka oleh Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Hj Nunung Timbul Prihanjoko ini dihadiri oleh Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Rita Erik Ugas Irwanto, Plt Kepala Diskan Kabupaten Probolinggo Mahbub Zunaidi, Camat Sumberasih Mudjito didampingi Ketua TP PKK Kecamatan Sumberasih dan desa di Kecamatan Sumberasih.

Pelatihan pengolahan produk perikanan segar sebagai MPASI ini diikuti oleh 20 orang peserta terdiri dari Ketua TP PKK Desa dan para kader desa, khususnya desa stunting di wilayah Kecamatan Sumberasih.

Selama pelatihan mereka dipandu narasumber Novi Biavri selaku guru di SMKN 1 Dringu. Materi yang diberikan diantaranya menu makanan bayi 6-9 bulan berupa bubur ikan kembung, menu makanan bayi 9-12 bulan berupa nasi tim jagung ikan kakap dan menu makanan balita 12-24 bulan berupa stick ubi teri nasi keju.

Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan bazar UMKM Kecamatan Sumberasih yang menampilkan beragam produk UMKM yang ditampilkan oleh Pemerintah Kecamatan Sumberasih. Diantaranya, produk olahan buah tin, manisan mangga, minuman sinom murni, tape manis 82 dan lain sebagainya.

Camat Sumberasih Mudjito menyambut baik pelatihan pengolahan produk perikanan segar sebagai MPASI yang digelar oleh Diskan Kabupaten Probolinggo dan TP PKK Kabupaten Probolinggo bagi Ketua TP PKK Desa dan kader desa khusus stunting di Kecamatan Sumberasih. “Harapannya dengan pelatihan ini angka stunting di Kecamatan Sumberasih semakin berkurang,” harapnya.

Baca Juga :  Laksanakan Patroli dan Peningkatan, Bripka Waluyo Ingatkan Nelayan Pentingnya Menjaga Kamtibmas 

Sementara Plt Kepala Diskan Kabupaten Probolinggo Mahbub Zunaidi mengungkapkan Indonesia merupakan negara kepulauan dengan potensi perikanan yang melimpah. Namun demikian, angka konsumsi ikan masyarakat Indonesia masih lebih rendah bila dibandingkan dengan negara lain terutama negara-negara Asia.

“Oleh karena itu maka pemerintah melakukan inisiasi gerakan yang melibatkan seluruh masyarakat untuk meningkatkan konsumsi ikan yang dikenal dengan gerakan memasyarakatkan makan ikan atau gemarikan,” ujarnya.

Menurut Mahbub, kegiatan ini bertujuan memberikan tambahan pengetahuan dan ketrampilan dalam mengolah bahan pangan asal ikan untuk dimanfaatkan sebagai makanan pendamping ASi. Pelatihan ini diharapkan akan dapat berkontribusi terhadap upaya-upaya penanggulangan dan pencegahan stunting atau gangguan perkembangan dan pertumbuhan anak akibat kekurangan gizi.

“Saya berharap hasil pelatihan ini ditindaklanjuti dengan upaya-upaya penerapan terutama di tingkat operasional di desa-desa dan di posyandu sehingga memberikan nilai manfaat yang optimal,” tegasnya.

Sedangkan Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Hj Nunung Timbul Prihanjoko mengatakan pada tahun 2045 nanti, Indonesia digadang-gadang akan merasakan apa yang disebut bonus demografi. Yakni, suatu kondisi dimana jumlah penduduk usia produktif lebih banyak dibandingkan penduduk usia non produktif.

Baca Juga :  Residivis Spesialis Minimarket Ditangkap Setelah Empat Kali Bobol Minimarket

“Momen yang jarang terjadi ini apabila dikelola dengan baik akan memberikan peluang berupa pertumbuhan ekonomi karena tersedianya tenaga kerja dan kualitas sumberdaya manusia yang baik. Akan tetapi apabila tidak dipersiapkan dengan baik, akan menimbulkan dampak negatif berupa tingginya angka pengangguran akibat kualitas sumberdaya manusia yang kurang optimal,” katanya.

Nunung menjelaskan tantangan untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia adalah bagaimana kita bisa membentuk generasi yang sehat dan cerdas yang siap untuk menjadi bagian dari bonus demografi tersebut. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah bagaimana bisa mencegah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak atau dikenal sebagai stunting.

“Stunting merupakan ancaman bagi generasi mendatang karena berpotensi memperlambat perkembangan otak, dengan dampak jangka panjang berupa keterbelakangan mental, rendahnya kemampuan belajar dan risiko serangan penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi hingga obesitas,” jelasnya.

Istri Wakil Bupati Probolinggo ini menegaskan kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada Tim Penggerak PKK dalam memanfaatkan produk perikanan segar menjadi makanan pendamping ASI sehingga bisa menambah asupan gizi kepada balita usia 6 bulan ke atas.

“Makanan pendamping ASI yang memanfaatkan produk perikanan segar ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan kegemaran mengkonsumsi ikan. Karena Kabupaten Probolinggo mempunyai potensi perikanan besar yang berasal dari wilayah pesisir pantai maupun perairan umum seperti ranu di gunung,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *