Pentingkah Melakukan Makan Sahur di Malam Ramadhan, Begini Penjelasan Para Ulama’

PORTALJATIM.ID – Di malam bulan suci Ramadhan seluruh umat Islam yang mukallaf diwajibkan untuk berpuasa. Apakah arti dari kata mukallaf, yaitu istilah mukallaf adalah seseorang yang telah memenuhi beberapa kreteria untuk menyandang kewajiban dari Allah sebagai konsekwensi dari beban taklif-nya.

Singkatnya orang mukallaf itu adalah orang yang punya akal sehat, baligh, tidak gila dengan adanya kriteria tersebut bisa di katakan mukallaf yang artinya punya kewajiban melaksanakan apa saja yang di perintahkan oleh Allah SWT sesuai dengan anjuran dari nabi Muhammad SAW.

Maka dari itu orang mukallaf di wajibkan untuk melaksanakan ibadah puasa.

Seperti yang di sebut dalam kitab Al Qur’an

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa (QS: Al-Baqarah 183).

Maka dari ayat tersebut orang mukallaf masuk dalam perintah tentang wajibnya berpuasa di bulan suci Ramadhan.

Banyak diantara kaum muslimin yang berpuasa kurang mengindahkan persiapan sebelum berpuasa, yaitu sahur bahkan sering diantara anak-anak millenial hari ini melewatkannya dan sahurnya digabung dengan makan ditengah malam. Padahal sahur memiliki manfaat yang besar baik dari sisi ibadah maupun kesehatan fisik. Dari sisi strategi, layaknya sebuah pertandingan atau perlombaan apapun, maka persiapan yang baiklah yang akan menentukan jalannya kemenangan.

Oleh karena itu, rasulullah SAW memerintahkan umat muslim agar tidak melupakan sahur ketika akan berpuasa.

Berdasarkan kesepakatan para ulama hukum sahur adalah sunnah. Namun tetap dianjurkan melaksanakan sahur untuk mengikuti perintah Rasulullah SAW dan juga mempertimbangkan berbagai manfaat didalam sahur.

Seperti yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad. Disebutkan dalam hadits riwayat Imam Ahmad, Rasulullah Muhammad SAW bersabda:

Baca Juga :  Polisi Kediri Datangi Sekolah, Ajak Cinta Tanah Air Kepada Siswa-Siswi Baru

مَنْ أَرَادَ أَنْ يَصُومَ فَلْيَتَسَحَّرْ بِشَىْءٍ

Artinya: “Barangsiapa ingin berpuasa, maka hendaklah dia bersahur,” (HR Ahmad).

Rasulullah SAW bahkan menganjurkan umatnya untuk melakukan sahur meski sekadar seteguk air saja. Mendukung hal itu, ulama besar muslim Imam An Nawawi RA pernah berkata, makan sahur akan membantu orang yang berpuasa agar lebih kuat dalam menjalankan ibadah.

Bukan tanpa alasan Rasulullah SAW menganjurkan pengerjaan sahur sebelum berpuasa ini. Berikut hadits keutamaan sahur bagi orang mukmin yang hendak berpuasa.

1.Anas bin Malik RA berkata bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda,

تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السُّحُورِ بَرَكَةً

Artinya: “Makan sahurlah kalian karena sesungguhnya di dalam sahur itu terdapat berkah.” (HR Bukhari).

2. Malaikat bersalawat atas orang bersahur.

Hadits ini dinukil dari Abu Sa’id Al Khudri RA yang menyebut bahwa Rasulullah SAW pernah berkata, Allah SWT dan para malaikat bersalawat atas orang-orang yang bersahur,

السُّحُورُ أَكْلَةٌ بَرَكَةٌ فَلَا تَدَعُوهُ وَلَوْ أَنْ يَجْرَعَ أَحَدُكُمْ جَرْعَةً مِنْ مَاءٍ فَإِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الْمُتَسَحِّرِينَ

Artinya: “Bersahur itu adalah suatu keberkahan, maka janganlah kamu meninggalkannya, walaupun hanya dengan seteguk air, karena Allah dan para malaikat bersalawat atas orang-orang yang bersahur (makan sahur),” (HR Ahmad).

3. Pembeda puasa orang Islam dengan Yahudi dan Nasrani.

diriwayatkan oleh Amr bin ‘Ash RA. Ia menceritakan sabda Rasulullah SAW yang berbunyi,

فَصْلُ مَا بَيْنَ صِيَامِنَا وَصِيَامِ أَهْلِ الْكِتَابِ أَكْلَةُ السَّحَرِ

Artinya: “Sesungguhnya perbedaan antara puasa kita dan puasa ahli kitab adalah makan sahur.” (HR Muslim).

4. Waktu yang mustajab membaca doa.

Dari Abu Hurairah, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ

Baca Juga :  Manembah Blitar Family Homestay, Penginapan Mewah Harga Terjangkau Staycation Terbaik di Blitar

Artinya: Rabb kita tabaroka wa ta’ala turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lantas Dia berfirman: “Siapa saja yang berdoa kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepadaKu, maka akan Aku beri. Siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, maka akan Aku ampuni.” (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Sedangkan Sahur sendiri bermakna makanan dan minuman yang dimakan pada saat sahar yang merujuk pada waktu sebelum subuh. Tepatnya pada rentang dimulai dari sepertiga malam akhir hingga menjelang subuh.

Sahur memiliki keutamaan yang tinggi karena Allah SWT telah memberkati makanan yang disantap pada waktu tersebut. Dikutip dari buku Didoakan oleh 70 Ribu Malaikat oleh A. Noer Che, dalam kitab Syarh an-Nawawi li Shahih Muslim, Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa keberkahan yang terdapat pada sahur sangatlah jelas.

Selain itu, waktu sahur merupakan waktu yang mustajab, yakni waktu yang tepat untuk bangun dan melaksanakan sholat malam, berdzikir, maupun berdoa. Terlebih, tatkala waktu sahur malaikat turun ke bumi. Semua hal tersebut menjelaskan keberkahan waktu sahur, mencakup manfaat bangun sahur pada sepertiga malam.

Adapun menurut Ibnu Hajar al-Asqalani dalam kitab Fathul Bari, keberkahan sahur dapat diperoleh melalui berbagai cara. Utamanya dimulai dari mengikuti sunnah Rasulullah SAW dengan beribadah yakni mulai dari berkumpul bersama untuk makan, memperbanyak dzikir, berdoa, hingga memperbaiki niat puasa.

Maka sangatlah penting bagi umat muslim yang akan melaksanakan ibadah puasa ramadhan untuk melakukan makan sahur di malamnya.

Sumber : Pondok Pesantren Al Aliyah Tengginah Tattangoh Proppo Pamekasan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *