PKM Olahraga LPPM Unesa Ajak Siswa SMAN 1 Wonoayu dan SMAN 1 Krembung Untuk Aktif Bergerak

Surabaya, PORTALJATIM.ID – Dosen Fakultas Ilmu Olahraga Universitas Negeri Surabaya melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Skema Olahraga LPPM Unesa memberikan pendampingan gerak untuk siswa SMAN 1 Wonoayu dan SMAN 1 Krembung. Program ini berlangsung selama empat minggu dimulai pada 5 September 2022 hingga 4 Oktober 2022.

Kegiatan awal dilakukan dengan memberikan materi tentang aktivitas fisik, pengukuran status gizi, pengukuran intensitas latihan, serta tes dan pengukuran kebugaran jasmani.

Selanjutkan siswa yang berjumlah 97 orang melakukan tugas gerak yang telah diberikan selama empat minggu. Kegiatan diakhiri dengan tes dan pengukuran kebugaran jasmani untuk melihat perubahan tingkat kebugaran jasmani siswa setelah melakukan tugas gerak.

Program ini diketuai oleh Arifah Kaharina, S.Pd., M.Kes. dengan anggota Dr. Oce Wiriawan, M.Kes., Dr. Sapto Wobowo, M.Pd., dan Muhammad Kharis Fajar, M.Pd. Semua pelaksaan merupakan dosen Fakultas Ilmu Olahraga Universitas Negeri Surabaya.

IMG 202211328 084446727

Kegiatan ini dilakukan karena seiring dengan kemajuan teknologi yang memudahkan manusia, sehingga membuat orang semakin malas untuk bergerak.

Baca Juga :  Edukasi Pelajar, Polsek Balige Laksanakan Police Go To School

Seperti yang diungkapkan Arifah Kaharina, S.Pd., M.Kes. sebagai ketua PKM, Seperti yang kita ketahui, saat ini semakin banyak orang menderita penyakit tidak menular karena kebiasaan malas bergerak atau pola hidup sedenter. Terlebih setelah pandemi covid-19, anak-anak usia sekolah menjalani pembelajaran di rumah secara daring.

“Setiap hari hanya duduk didepan laptop atau gawai untuk mengikuti proses belajar mengajar, belum lagi untuk mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Hal ini tentu berakibat pada kurangnya aktivitas fisik yang dilakukan, dan dalam jangka panjang akan berakibat pada penurunan tingkat kebugaran jasmani siswa,“ ungkapnya.

Fenomena malas gerak ini ditunjukkan oleh data penelitian perkiraan global menunjukkan bahwa 81% remaja (Guthold et al., 2020) tidak memenuhi rekomendasi WHO untuk fisik aktivitas. Dimana rekomendasi aktivitas fisik yang harus dilakukan oleh remaja setidaknya 60 menit setiap hari dengan intensitas sedang hingga tinggi dan paling tidak 3 hari dalam seminggu melakukan aktivitas fisik aerobik dengan intensitas tinggi.

Baca Juga :  Ayo Sekolah di SMP Negeri 3 Sampang

IMG 202211328 084518863

Lebih lanjut Arifah menjelaskan, Aktivitas fisik disini tidak selalu harus melakukan olahraga yang berat, tidak perlu pergi ke pusat kebugaran yang memerlukan biaya cukup besar. Aktivitas fisik yang dimaksud disini adalah gerak yang dilakukan sehari-hari, bisa dirumah dengan mengerjakan pekerjaan rumah, naik turun tangga menuju kelas, jalan kaki atau bersepeda untuk pergi dan pulang sekolah, serta aktivitas sederhana lain. Bentuk aktivitas fisik ini dapat memberikan manfaat untuk kesehatan dan kebugaran jika dilakukan secara teratur.

Banyak sekali manfaat dari melakukan aktivitas fisik secara teratur, diantaranya untuk menjaga kebugaran tubuh dan mencegah penyakit tidak menular (PTM), seperti penyakit kardiovaskular, diabetes tipe 2, dan beberapa jenis kanker. Lebih dari itu aktivitas fisik juga bermanfaat bagi kesehatan mental.

Hasil dari PKM ini menunjukkan peningkatan kebugaran jasmani yang signifikan pada peserta, setelah melakukan tugas gerak dengan pendampingan tim PKM dan guru olahraga.

(Anis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *