BOGOR,PortalJatim.id — Semarak menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia mulai terasa di Kota Bogor. Namun, di balik kemeriahan Kirab Merah Putih yang melibatkan pelajar SMA dan masyarakat, momentum tersebut semestinya tidak berhenti sebatas parade simbolik dan tontonan seremonial. Kirab Merah Putih digelar di Jalan Sudirman, Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (9/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, peserta membawa lima kain Merah Putih raksasa berukuran sekitar 100 x 6 meter yang dibentangkan melintasi sejumlah ruas jalan utama Kota Bogor. Kegiatan itu menjadi bagian dari Festival Merah Putih 2026 untuk menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Para pelajar tampak ikut ambil bagian dalam kirab, sementara masyarakat turut menyaksikan rangkaian kegiatan tersebut. Kemeriahan itu tentu layak diapresiasi.
Tetapi, merah putih bukan sekadar kain yang dibentangkan panjang di jalan raya, bukan pula sekadar atribut untuk memperindah sebuah festival. Di balik warna merah dan putih terdapat sejarah panjang perjuangan, pengorbanan, serta cita-cita kemerdekaan yang semestinya terus diwujudkan dalam kehidupan berbangsa. Karena itu, semangat nasionalisme jangan sampai berhenti pada seremoni tahunan.
Kirab boleh megah, kain boleh raksasa, tetapi pertanyaan yang lebih penting adalah seberapa besar nilai kemerdekaan benar-benar hadir dalam kehidupan masyarakat. Kemerdekaan seharusnya tercermin dalam pendidikan yang berkualitas, pelayanan publik yang adil, pemerintahan yang bersih, penegakan hukum tanpa pandang bulu, serta keberpihakan kepada masyarakat yang masih menghadapi berbagai persoalan sosial dan ekonomi.
Keterlibatan pelajar dalam kirab juga menjadi pesan penting. Generasi muda tidak cukup hanya diajak mengibarkan Merah Putih, tetapi harus diberikan ruang untuk memahami mengapa Merah Putih harus dihormati dan apa yang harus mereka perjuangkan setelah kemerdekaan diwariskan kepada mereka. Jangan sampai semangat nasionalisme hanya ramai ketika Agustus tiba, tetapi redup ketika berhadapan dengan persoalan ketidakadilan, korupsi, kesenjangan, dan buruknya pelayanan publik.
Kirab Merah Putih di Kota Bogor akhirnya bukan hanya tentang lima kain raksasa yang membentang sepanjang jalan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut seharusnya menjadi pengingat bahwa kemerdekaan bukan sekadar untuk dirayakan, melainkan harus terus dijaga, diisi, dan diperjuangkan agar manfaatnya benar-benar dirasakan seluruh rakyat.












