MALANG,PortalJatim.id – SMAN 1 Tumpang menerima kunjungan studi banding dari SMAN 2 Kebumen, Jawa Tengah, pada Jumat (14/08/2026). Kunjungan difokuskan untuk mempelajari implementasi Program Double Track (DT) khususnya pengelolaan unit usaha DT Mart.
Rombongan dipimpin Kepala SMAN 2 Kebumen H. Sutrisno, S.Pd. disambut Kepala SMAN 1 Tumpang Hari Kusrini, S.Pd., M.M. beserta tim Double Track dan pengelola DT Mart. Hari Kusrini menjelaskan DT Mart merupakan bagian dari Program SMA Double Track inisiasi Dinas Pendidikan Jatim bekerja sama dengan ITS Surabaya. Tujuannya membekali lulusan yang tidak melanjutkan kuliah agar siap kerja dan berwirausaha.
“Dr Mart ini adalah laboratorium wirausaha kami. Di sini siswa tidak hanya belajar membuat produk, tapi belajar mengelola usaha secara nyata, dari produksi, pengemasan, promosi, sampai transaksi digital,” ujarnya.
Sementara itu, Sutrisno menyampaikan tujuan kunjungan adalah untuk bersinergi dan meningkatkan mutu program vokasi.
“Kami datang untuk kolaborasi dan menimba ilmu, terutama untuk memfasilitasi anak-anak yang mungkin tidak melanjutkan kuliah agar punya bekal keterampilan,” kata Sutrisno.
Ia mengaku terkesan dengan prestasi dan kelengkapan kewirausahaan di SMAN 1 Tumpang seperti tata boga, tata busana, dan perikanan. Sutrisno juga menjelaskan perbedaan program. Di Jatim bernama Double Track bermitra dengan ITS, sementara di Jateng baru dirintis dengan nama Sekolah Mantap bermitra dengan BLK Kabupaten Kebumen.
“Kami melihat sendiri bagaimana siswa di sini sangat antusias dan produknya laku. Ini yang ingin kami bawa pulang ke Kebumen,” ungkap Sutrisno.
Kegiatan dilanjutkan diskusi interaktif tentang manajemen DT Mart, strategi pemasaran, dan konsistensi kualitas produk.
Diharapkan kunjungan ini menjadi awal kolaborasi lintas provinsi untuk menguatkan pendidikan vokasi di SMA.
Sementara itu wakasek kesiswaan SMAN 1 Tumpang Widodo mengatakan, sekalipun usia DT Mart belum genap satu tahun, setiap hari omzetnya sudah mencapai 5 – 6 juta.
Jika dihitung hari aktif belajar perbulan, omzetnya mencapai Rp.100 juta lebih.












