MALANG,PortalJatim.id – Struktur kepemimpinan di lingkungan Polresta Malang Kota kembali mengalami perubahan. Empat posisi strategis bergeser dalam rangkaian pelantikan yang dipimpin Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Danang Setiyo, di Ballroom Sanika Satyawada, Senin (10/8/2026).
Empat jabatan yang mengalami pergeseran tersebut yakni Wakapolresta Malang Kota, Kabaglog, Kapolsek Klojen, dan Kapolsek Sukun. Rotasi jabatan di tubuh kepolisian sejatinya merupakan bagian dari dinamika organisasi.
“Setiap wilayah memiliki karakter dan dinamika yang berbeda. Pejabat baru harus segera memahami kondisi wilayah, membangun komunikasi dengan masyarakat serta memastikan pelayanan kepolisian tetap berjalan,” tegas Danang.
Pergantian sejumlah pejabat tersebut berlangsung menjelang salah satu agenda besar di Kota Malang, yakni peringatan HUT Arema FC ke-39 pada Selasa (11/8/2026). Danang meminta seluruh jajaran memastikan perubahan struktur organisasi tidak mengurangi kesiapan pengamanan kegiatan masyarakat. Namun, perubahan pada sejumlah posisi strategis sekaligus tentu menjadi perhatian publik.
Mengingat jabatan-jabatan tersebut memiliki peran langsung dalam menentukan efektivitas pada pengamanan wilayah, serta respons kepolisian terhadap berbagai persoalan masyarakat. Pergantian pejabat tidak boleh berhenti pada seremoni pelantikan dan pergantian papan nama. Masyarakat tentu menunggu hasil konkret dari perubahan tersebut.
“Saya siap melaksanakan tugas, bersinergi dengan seluruh jajaran dan mendukung kebijakan Kapolresta untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ungkap AKBP Alex yang Kini menjabat WAKA Polresta malang.
Pergantian pejabat tidak boleh berhenti pada seremoni pelantikan dan pergantian papan nama. Masyarakat tentu menunggu hasil konkret dari perubahan tersebut. Terutama di tingkat polsek, Kapolsek merupakan ujung tombak institusi kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Karena itu, rotasi Kapolsek Klojen dan Kapolsek Sukun harus mampu diikuti dengan peningkatan kinerja, kecepatan respons terhadap laporan warga, serta penguatan langkah pencegahan terhadap potensi gangguan kamtibmas.
“Mutasi dan rotasi merupakan bagian dari pembinaan karier sekaligus penguatan organisasi. Saya minta pejabat yang baru segera beradaptasi, memahami karakter wilayah dan memperkuat soliditas internal,” kata Danang.
Begitu pula posisi Wakapolresta dan Kabaglog. Keduanya memiliki fungsi penting dalam menopang jalannya organisasi. Wakapolresta dituntut memastikan konsolidasi internal berjalan efektif, sementara aspek logistik berkaitan erat dengan kesiapan operasional institusi dalam menjalankan tugas. Pergantian pejabat menjadi tidak bermakna apabila hanya menghasilkan perubahan personel tanpa perubahan kinerja.












